Mengenal Keragaman Budaya Lewat Penataran Ilmu Sosiologi

Mengenal Keragaman Budaya Lewat Penataran Ilmu Sosiologi – Indonesia ialah negeri kepulauan. Mulai dari Sabang sampai Merauke terbentang ribuan pulau. Tiap- tiap pulau mempunyai corak khas geografis tertentu. Reaksi warga kepada area raga seperti itu yang melatarbelakangi tampaknya kultur warga setempat. Terdapat yang ialah warga orang tani, nelayan, gembala, serta mata pencaharian yang yang lain. Reaksi warga kepada area pula melatarbelakangi kepada tampaknya bermacam keyakinan lokal, semacam monoteisme, politeisme, dinamisme, serta animisme. Kedamaian ini setelah itu pula pengaruhi sistem keelokan, sistem bahasa, sistem badan sosial, teknologi serta perlengkapan hidup warga. Dari sinilah kedamaian adat lokal warga Indonesia ini tercipta.

Mengenal Keragaman Budaya Lewat Penataran Ilmu Sosiologi

 Baca Juga : Arsitektur Rumah Suku di Kanada 

secwepemc – Kedamaian sejatinya merupakan karunia dari Tuhan Yang Maha Daya. Bila kedamaian semacam ini tidak disikapi dengan cara positif hingga hendak rentan kepada tampaknya keretakan yang mengecam aliansi bangsa. Oleh sebab itu, amat berarti dicoba identifikasi adat warga Indonesia kepada para partisipan ajar. Tidak hanya supaya memahami kedamaian adat bangsa Indonesia, identifikasi ini pula dicoba buat mengarahkan partisipan ajar hendak pendapatan, kesetaraan, serta keterbukaan kepada bermacam kedamaian yang terdapat.

Pada peluang kali ini, partisipan ajar kategori XI IPS 1 serta 2 berpeluang buat menekuni adat lokal warga Indonesia, dari Sabang hingga Merauke, mulai dari kaum Batak di Sumatera, kaum Dayak di Kalimantan, kaum Sunda serta Jawa di Jawa, kaum Bugis dari Sulawesi, Ternate di Maluku, Dani di Papua, serta Bali. Mereka menekuni seluruh kultur itu dengan metode membuat serta menyuguhkan buatan kultur yang berbentuk barang( artefak) cocok daya cipta tiap- tiap. Tidak hanya itu, partisipan ajar pula dimohon buat menunjukkan gaya tari ataupun seni tari dari bermacam kaum bangsa yang terdapat di Indonesia. Hasilnya luar lazim. Partisipan ajar amat inovatif dalam membuat replika barang- barang khas kultur sebagian kaum. Terdapat yang membuat artefak kultur warga Dayak berbentuk topi bulu kukila enggang berbahan kertas serta mandau berbahan kertas dus. Terdapat pula yang membuat replika kolintang selaku bentuk salah satu kultur Minahasa dari Sulawesi Utara. Busana adat Nusa Tenggara Timur serta Barat pula diperlihatkan oleh sebagian partisipan ajar. Partisipan ajar pula bawa santapan pie susu dari Bali yang rasanya amat lezat.

Baca Juga : Kisah Bronx: van cortlandt park USA

Sebab cuma terbuat dari materi- materi ala kadarnya buat memudahkan partisipan ajar dalam pengutusan ini, hingga pastinya hasilnya simpel. Hendak namun, bagus partisipan ajar ataupun guru amat menikmati penataran kali ini. Di satu bagian partisipan ajar dapat memahami serta menyambut kedamaian adat bangsa Indonesia dengan penuh keterbukaan, dan menaruh entitas lain dalam situasi sebanding, tanpa memandang terdapat yang lebih bagus, lebih besar, ataupun kebalikannya. Di bagian lain, partisipan ajar pula dapat merasa suka sebab terhibur dengan lantunan serta gaya tari yang dihidangkan dari golongan lain.