Pentingnya Kebudayaan untuk Pondasi Karakter Bangsa

Pentingnya Kebudayaan untuk Pondasi Karakter Bangsa – Sebagai sebuah tradisi, nilai luhur dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun temurun oleh orang-orang tertentu dalam suatu bangsa, budaya dapat diartikan sebagai identitas kolektif atau jati diri bangsa.

Pentingnya Kebudayaan untuk Pondasi Karakter Bangsa

 Baca Juga : 8 Tradisi Suku Dunia Menuju Kedewasaan Yang Sangat Ekstrim

secwepemc – Kebudayaan merupakan tumpuan utama tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara, serta memiliki peran dan fungsi yang inti dan mendasar, karena jika nilai-nilai budaya mengakar di setiap sudut kehidupan masyarakat, maka bangsa akan menjadi besar.

Indonesia adalah negara kepulauan dan negara-bangsa dengan budaya nusantara yang kaya dan beragam, yang menjadi daya tarik utamanya di seluruh dunia. Hal ini semestinya dapat dijadikan sebagai modal untuk meningkatkan citra negara dan memantapkan nilai-nilai dasar persatuan di seluruh dunia.

Nilai-nilai luhur

Semacam yang kita tahu, selaku suatu negeri bangsa( nation- state) Indonesia mempunyai nilai- nilai terhormat yang khas serta membudaya di warga semacam gotong- royong, silih bantu membantu, ramah, adab, lapang dada, serta perduli kepada sesama.

Nilai – nilai terhormat itu pada kesimpulannya dijadikan referensi buat membuat pandangan hidup negeri, ialah Pancasila yang dengan cara biasa dibentuk atas nilai- nilai terhormat yang sudah mengakar serta membudaya di warga jauh saat sebelum Indonesia jadi negeri kesatuan.

Semenjak pascareformasi sampai dikala ini kultur di Indonesia lalu hadapi banyak tantangan yang lumayan sungguh- sungguh, spesialnya angkatan belia yang telah mulai banyak kurang menguasai kultur lokal. Banyak di antara mereka yang tidak mempunyai ketertarikan spesial hendak kultur lokal.

Banyak di antara angkatan belia yang telah melalaikan apalagi tidak mengenali dongeng- dongeng lokal serta game konvensional. Tidak banyak dari mereka yang mengenali kesuksesan kerajaan nusantara di era kemudian semacam kehormatan Kerajaan Sriwijaya dalam membuat daya maritimnya dan Kerajaan Majapahit yang sukses mengumpulkan nusantara.

Krisis karakter

Mulai melunturnya artikel kultur nusantara di golongan warga disebabkan masuknya akibat adat asing, bagus dari Barat ataupun Asia. Kemajuan teknologi yang menghilangkan ruang serta durasi pula berikan akibat besar. Terdapat gejala darurat kepribadian serta bukti diri dan integritas di golongan angkatan belia dikala ini.

Perihal ini dapat dikatakan lumayan membahayakan sebab bila nilai- nilai kultur lenyap serta tidak teraktualisasi, warga kita spesialnya angkatan belia hendak kehabisan alas etik serta alas elementer dalam kehidupan berbangsa serta bernegara yang dengan cara potensial hendak berakhir pada terpecah- belahnya aliansi bangsa, serta maraknya adat penggelapan, narkoba, serta kelakuan terorisme. Oleh sebab itu, artikel kultur, spesialnya terpaut nilai- nilai terhormat wajib lalu disuarakan buat mencegah akibat eksternal- negatif yang salah satunya bisa dicoba dengan metode melestarikan, memajukan, serta meningkatkan nilai- nilai kultur nusantara, dan menginternalisasinya di warga spesialnya angkatan belia.

Dibutuhkan usaha dari bermacam pihak buat melaksanakan perihal ini, penguasa lewat UU No 5 Tahun 2017 mengenai Pemajuan Kultur sudah membuktikan usaha buat memajukan macam kultur lokal yang prosesnya dicoba lewat pelindungan, pengembangan, eksploitasi, serta pembinaan kultur nasional Indonesia. Tidak cuma itu saja, penguasa lewat Kemendikbud hendak menganggarkan anggaran kekal dekat 5 triliun dari APBN buat anggaran pemajuan kultur tahun 2020 serta tahun- tahun berikutnya.

Peran raja dan sultan

Terpaut dengan pemajuan kultur, kedudukan para raja serta baginda dari semua area nusantara dalam melindungi kultur lokal pula wajib dibantu oleh penguasa serta warga. Para raja serta baginda dan istana di semua Indonesia, tidak cuma melestarikan serta melindungi peninggalan ataupun aset memiliki namun pula aktif dalam membuat kepribadian bangsa dengan mengedarkan nilai- nilai terhormat yang diwariskan oleh nenek moyang di wilayahnya tiap- tiap.

Tidak hanya melindungi aset- aset kultural semacam dokumen kuno, barang peninggalan, gedung memiliki, serta buatan seni yang lain, para raja serta baginda ini diharapkan buat dapat mempraktikkan nilai- nilai kebajikan lokal yang dicocokkan dengan kondisi era saat ini, yang maksudnya istana wajib sanggup menyusun diri serta membiasakan kemajuan era namun senantiasa menggenggam kemudi nilai- nilai adat- istiadat serta adat.

Merujuk pada perihal ini, kita bisa bercermin negeri Korea Selatan serta Jepang, yang walaupun sudah jadi negeri modern serta dengan cara perekonomian maju, negara- negara ini senantiasa sanggup menjaga kultur selaku bukti diri mereka tanpa takut terdominasi dengan adat asing.

Oleh sebab itu, dalam kondisi kontemporer dikala ini inovasi kepada pemajuan adat butuh dicoba buat menerangkan bukti diri bangsa di mata bumi selaku negeri bangsa yang mempunyai kedamaian serta kekayaan adat. Tidak hanya itu, membuat kepribadian bangsa bisa dicoba dengan metode mengkolaborasikan nilai- nilai terhormat yang sudah jadi karakteristik khas karakter bangsa, semacam ramah serta adab, senang bergotong royong, pengasih, lapang dada, serta hirau kepada sesama, serta senang membantu dengan kepribadian warga modern yang mempunyai watak kegiatan keras, giat, inovatif serta inovatif.

 Baca Juga : Sumber Daya Alam di TN Ujung Kulon, Flora dan Fauna yang Beragam

Yang harus dilakukan

Singkatnya, terdapat 3 perihal yang wajib dicoba oleh negara ini buat memajukan adat serta membuat kepribadian bangsa. Yang awal merupakan dari bidang modal, tidak hanya mempunyai keragaman adat, Indonesia memperoleh banyak angka terhormat nenek moyang yang bisa dijadikan referensi buat membuat kepribadian bangsa yang beradab.

Kedua merupakan kerja sama, menghasilkan kultur selaku pondasi kepribadian bangsa tidak dapat dicoba oleh satu pihak saja melainkan kegiatan serupa bermacam golongan. Penguasa, akademisi, badan pembelajaran serta riset, dan figur adat tercantum di dalamnya para raja serta baginda silih bertugas serupa dalam melestarikan serta memajukan kultur nusantara dan menginternalisasi nilai- nilai terhormat bangsa di warga, spesialnya angkatan belia. Semacam yang belum lama ini dicoba oleh penguasa ialah melaksanakan audiensi dengan ratusan raja se- nusantara buat mediskusikan pemajuan adat nusantara, spesialnya dalam membuat kepribadian bangsa alhasil kita mempunyai orang yang adib terhormat, pekerja keras, inovatif serta inovatif. Yang terakhir merupakan dengan metode membuat komitmen dari seluruh pihak buat mempraktikkan serta berpedoman konsisten pada nilai- nilai terhormat bangsa buat memajukan negara ini tanpa wajib terbawa oleh akibat adat asing yang berpotensi menggerogoti nilai- nilai adat bangsa.

Akhirnya, dibutuhkan usaha, strategi, serta kegiatan serupa yang keras dari bermacam pihak dalam melestarikan kultur nusantara bersama nilai- nilai terhormat yang bisa dirujuk buat membuat kepribadian serta akhlak bangsa. Tidak bisa dibantah kalau kultur ialah salah faktor esensial untuk sesuatu bangsa sebab lewat kultur, bukti diri serta asli diri sesuatu bangsa bisa terejawantahkan.

Tidak cuma itu saja, pelanggengan serta pemajuan adat bisa membagikan banyak akibat positif untuk sesuatu negeri sebab banyak negeri yang sudah mengangkut adat- istiadat, deskripsi, serta unsur- unsur kultur yang lain buat menguatkan perekonomian mereka dengan metode meningkatkan pabrik pariwisata di zona ini. Dengan cara potensial Indonesia mempunyai modal itu, hendak namun seluruh tergantung pada kerja sama serta komitmen dari bermacam pihak buat mengatur pelanggengan, pengembangan, serta pemajuan kultur Indonesia yang ke arah yang lebih bagus.