Sejarah dan Budaya Orang Secwepemc Dieksplorasi Dalam Karya Baru

Sejarah dan Budaya Orang Secwepemc Dieksplorasi Dalam Karya Baru – Beasiswa sejarah baru mempelajari bahasa, hukum, serta masyarakat orang Secwépemc, yang wilayahnya menyebar ke area Revelstoke Uraian yang lebih bagus mengenai masyarakat adat saat ini dimungkinkan, berkat publikasi Secwepemc People, Land and Laws baru- baru ini oleh Marianne Ignace serta Chief Ron Ignace, dengan partisipasi dari arkeolog Mike Rousseau, pakar etnobotani Nancy Turner serta pakar geografi Ken Favrholdt.

Sejarah dan Budaya Orang Secwepemc Dieksplorasi Dalam Karya Baru

secwepemc – Kisah- kisah kuno, fakta arkeologis, memo arsip, riset etnografi, riset linguistik, serta wawasan tangan awal sudah dijalin bersama dengan amat bagus buat menghasilkan pengecekan menyeluruh mengenai ikatan kuno warga Secwepemc dengan tanah serta ketidakadilan yang sudah merekaalami selama lebih dari 200 tahun.

Baca Juga : Aturan Yang Harus Dipatuhi Untuk Tamu di Wilayah Secwepemc

Marianne Ignace merupakan guru besar linguistik serta First Nation Studies di Universitas Simon Fraser serta sudah menulis serta turut menulis artikel di berbagai jurnal serta buku mengenai banyak masyarakat Secwepemc( Shuswap) di wilayah Dataran Tinggi. Minatnya merupakan untuk penggunaan dan juga hunian lahan aborigin, etnobotani, pengetahuan ekologi tradisional, etnosejarah, serta analisis linguistik dan antropologis wacana bahasa Aborigin.

Tidak hanya jadi Kepala Skeetchestn di Deadmans Creek, Ron Ignace merupakan asisten guru besar di Universitas Simon Fraser serta ia asian sudah dibesarkan oleh eyang buyutnya, Akhirnya, Ron jadi lancar berbicara Secwepemctsin pada umur dini serta berkembang dengan rasa segan yang mendalam kepada warisannya.

Buku ini diawali dengan melihat sejarah geologi yang dibingkai oleh kisah- kisah kuno para transformer, yang menaklukkan tanah serta menjadikannya laya untuk dihuni buat para generasi penerusnya. Dengan begitu, Ignaces sudah mengaitkan kehadiran bangsa mereka dengan sejarah di area itu.

Dalam bab mengenai arkeologi, kita berlatih mengenai fakta dari pengerukan yang membuktikan pendudukan orang di wilayah Dataran Tinggi diawali lebih dari 10. 000 tahun yang lalu. Dari hari- hari awal, kala terdapat mungkin kepadatan populasi yang kecil dari golongan keluarga kecil hingga orang Eropa datang, asal usul dipecah jadi alam serta tahap yang didetetapkan oleh tipe biface batu( ujung tombak dan pisau) yang telah ditemukan.

Era kunci tercantum Tahap Lehman, kala Coast Salish alih ke banat dekat 4. 700 tahun yang kemudian; alam Shuswap dekat 3. 000 tahun yang kemudian, kala salmon jadi bagian penting dari sebuah makanan, dan Cakrawala Dataran Tinggi sekitar 1.600 tahun yang lalu, ketika teknologi busur dan anak panah diperkenalkan dari Dataran Utara.

Pasti saja, salah satu pandangan yang sangat menarik dari adat Pribumi merupakan saat terdapat sedemikian itu banyak bahasa yang berbeda yang membantu buat mendeskripsikan banyak, Bangsa Awal yang beraneka ragam di provinsi ini. The Ignaces berspekulasi kalau pangkal bahasa Secwepemc, Secwepemctsin, diawali dekat 4. 500 tahun yang kemudian serta kesimpulannya, 2 aksen timbul, Timur serta Barat. Terdapat bentuk kompleks pada bahasa yang menghubungkannya dengan tanah serta pengalaman kuno.

Tidak semacam penyalahgunaan pangkal energi yang tidak berkepanjangan yang sedemikian itu biasa dikala ini, banyak orang Secwepemc merupakan pengawal asli tanah, belukar serta binatang. Pengurusan pangkal energi yang hati- hati serta penuh segan ialah bagian dari agama kebatinan serta adat mereka.

Jauh lebih dari semata- mata pemburu- pengumpul, Secwepemc memakai tata cara hortikultura serta aplikasi pengurusan lingkungan yang ialah wujud dini pertanian. Tidak hanya itu, style hidup sama mereka berarti kalau panen serta pelacakan senantiasa dipecah serta tidak terdapat yang kelaparan.

Rasa tempat Secwepemc yang telah mengalami perkembangan selama ribuan tahun amat kokoh serta bisa dimengerti dengan baik oleh bagaimana julukan tempat mereka ialah bagian integral dari cerita mereka. Pada jaman dahulu, terdapat nama tempat buat tiap lokasi di area mereka serta nama- nama ini berawal dari pengalaman generasi terdahulunya. Nama- nama yang bertahan membagikan nilai referensi buat sejarah mereka serta membantu mengklaim kepemilikan Secwepemc atas tanah yang dicuri dari mereka.

Sedangkan buat sebagian besar, Sekwepemc scara historis merupakan negeri yang sangat damai, namun terdapat perselisihan perbatasan yang menyebabkan peperangan sesekali. persilihan tersebut kerap dituntaskan dengan perjanjian damai termasuk Perjanjian Danau Ikan yang populer, yang melingkupi perkawinan dengan Negeri lawan buat mengkonsolidasikan federasi kekerabatan antara kedua golongan.

Bagian produktif inti warga Secwepemc merupakan keluarga besar, yang berperan sebagai golongan yang fleksibel serta inklusif. Pandangan kunci dari kehidupan keluarga merupakan memberi serta menolong satu serupa lain, sebab ini dibutuhkan mengenang keinginan hendak independensi buat bertahan hidup. Bagian mengenai aluran melingkupi denah garis generasi yang melacak kakek moyang kembali ke akhir tahun 1600- an yang disiapkan memakai catatan pembaptisan.

Sedangkan para misionaris bisa jadi beranggapan kalau mereka mengganti banyak orang ateis menjadi Kristen, pada faktanya, karena hambatan bahasa, banyak orang Secwepemc memaknakan permintaan serta praktik- praktik dalam kerangka keyakinan kebatinan kuno mereka sendiri. Tetapi, pengajaran agama yang kencang di sekolah- sekolah perumahan memanglah menyebabkan lenyapnya bukti diri serta wawasan kebatinan Sekwepemc.

Perebutan tanah tradisional Secwepemc yang diawali saat orang Eropa datang dan perlawanan mereka kepada pendudukan Eropa dicatat dengan baik. Yang amat berarti merupakan Peringatan yang dipersembahkan pada Perdana Menteri Wilfrid Laurier pada tahun 1910, yang melukiskan asal usul mereka semenjak kontak awal serta menarangkan apa yang sepatutnya jadi ikatan silih meluhurkan antara kedua negeri bagi hukum kuno mereka. Ditafsirkan oleh Ignaces selaku Secwepemc“ Magna Carta, Memorial lalu melayani tujuan hari ini sebab membagikan“ dasar- dasar kebangsaan Pribumi.”

Menambah penghinaan kepada luka, setelah mereka diajari buat bertani serta jadi tanaman yang amat sukses, para penduduk mengeluhkan persaingan alhasil pemerintah mempersulit mereka buat menjual hasil panen mereka serta membiarkan hak air mereka diambil.

Buku ini menceritakan sejarah panjang perjuangan mereka untuk hak-hak mereka, termasuk banyak perjalanan ke Ottawa dan Inggris, di mana mereka mengadakan pertemuan dengan raja, tetapi tidak berhasil. Namun, meskipun memperjuangkan keadilan selama lebih dari 150 tahun, pengakuan penuh dan adil atas kepemilikan dan hak Sekwepemc belum terselesaikan.

Baca Juga : Mengenal Fakta Budaya Iran, Etnis Dan Agama

Salah satu tema dari buku ini merupakan bahwa meskipun tanah mereka telah dicuri dan berusaha menghilangkan bahasa dan gaya hidup mereka, orang-orang Secwepemc berhasil mempertahankan dan mengembangkan budaya mereka, sebagian berkat hukum dan tradisi yang mereka turunkan.

Yang terpenting, orang-orang Ignace telah menghilangkan kesalahpahaman bahwa bangsa genius adalah bangsa primitif yang lebih rendah dari bangsa Eropa, karena mereka secara jelas menunjukkan bahwa Secwepemc memang memiliki budaya yang kompleks dan memperlakukannya lebih ramah daripada yang kita lihat sekarang. lingkungan berada dalam apa yang kita anggap sebagai masyarakat maju.

Banyak wawasan dapat diperoleh dari membaca buku yang sangat bagus dan komprehensif ini, yang semuanya berkontribusi pada pemahaman dan apresiasi yang lebih baik terhadap pandangan dunia Secwepemc, yang tidak dapat dipisahkan dari asalnya. Mengetahui lebih banyak tentang sejarah masyarakat adat juga merupakan langkah kunci menuju rekonsiliasi.